Sebuah novel karya Imamma Anindita, selamat membaca...
Malaikatku
(Bagian 1)
Saat kubuka mata, gelap masih menerpa. Sang penguasa
siang belum muncul untuk menerangi langkah manusia yang tak sama. Seperti biasa
kata syukur terucap dimulut kecilku atas anugerah Tuhan yang tak pernah putus
menghujaniku, atas kesempatan yang Ia berikan padaku sampai hari ini. “Toktoktok…”
tiba-tiba suara ketukan pintu mengagetkanku. “Anisa, ayo bangun. Shalat subuh
dulu”. Ternyata suara itu berasal dari sang pemilik kunci menuju pintu terindah
kehidupan ini, Ibu. Lega mendengar suaranya yang lembut dan menyejukkan itu. “Baik,
bu. Anisa akan segera menyusul” jawabku tergesa-gesa sambil bangun dan merapikan
tempat tidurku yang selalu memberiku kenyamanan disaat sang malam datang. Sambil
tersenyum dan menepuk, kuucucapkan “Makasih ya mbem”. Mbem sebutanku untuk tempat tidurku. Memang kebiasaanku selalu
memberikan nama pada setiap barang yang aku punya.
Dengan tergesa-gesa aku menyusul ibu ke surau kecil
yang berada didekat rumah kami. Ibuku memang malaikat tanpa sayap yang
diciptakan Tuhan untuk membimbingku selalu dijalannya. Beliau tanpa lelah menyayangiku,
mengawasiku, menuntunku untuk selalu dijalannya. Aku selalu bergantung padanya.
Sampai tak pernah berani untukku membayangkan hal buruk akan terjadi padanya.
Aku berdiri disamping ibuku untuk menunaikan
kewajiban yang membuat kita manusia berada disini, beribadah. Rasanya nyaman
sekali setelah selesai memohon segala tetek bengek harapan di kehidupan dunia
dan akhirat kepada Yang Maha Kuasa, kucium tangan pekerja keras yang sedikit
kasar itu. Hal ini selalu kami lakukan setelah shalat berjamaah. Tapi, entah
mengapa kali ini sangat berbeda. Rasanya ingin lebih lama lagi kucium tangan
yang telah membatuku dalam banyak hal itu. Tapi ibu menarik tangannya perlahan.
Mungkin ingin melanjutkan doanya kepada Tuhan yang terhenti karna aku meminta
bersalaman tadi. Aku pun tersenyum kepadanya dan dibalas dengan senyumannya
yang sangat manis. Lalu kami melanjutkan berdzikir bersama.
Bersambung….



0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar dengan sopan. Terimakasih. :)