Gambar ini saya dapat dari seorang teman baik di Cilacap. Dalam foto yang diambil ini terlihat pemandangan indah bukan? Bantaran sungai dengan air yang tenang dengan alur cantik akibat pergerakan perahu ditambah efek mendung yang membuatnya menjadi indah. Namun, siapa menyangka suasana disana amat tidak nyaman. Bau menyengat sangat tercium disekitar sungai itu. Lingkungan yang ada disekitar kita tentu selalu berhubungan dengan kita. Apa yang salah? Mari kita introspeksi diri dan memperbaikinya. Sungai Kaliasa, Cilacap.
Universitas Negeri Semarang
Unversitas yang terletak di Sekeran Gunungpati, Semarang
Fakultas Ilmu Pendidikan
merupakan fakultas tertua yang ada di Universitas Negeri Semarang. Fakultas ini memiliki enam jurusan, yaitu PGSD, TP, BK, PLS, PGPAUD, Psikologi.
BIMBINGAN DAN KONSELING
Jurusan BK UNNES telah berakreditasi A.
HIBURAN
Setiap orang pasti perlu hiburan, entah itu dengan dengerin musik, nonton film, jalan-jalan, dll. disini danboo aja dengerin musik so kalian juga dong.
GAYA HIDUP
Berbagai gaya hidup yang bisa kita terapkan akan diposting dalam blog ini.
Jumat, 02 Januari 2015
Proposal Penelitan Kuantitatif
09.13
No comments
HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DAN PRESTASI
BELAJAR
MAHASISWA S1 JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
ANGKATAN 2013
PROPOSAL PENELITIAN KUANTITIF
disusun guna memenuhi tugas mata
Metodologi Penelitian Pendidikan.
Dosen Pengampu : 1. Dra. M.Th. Sri Hartati, M.Pd.
2.
Edwindha Prafitra Nugraheni, S.Pd., Kons.
Diusulkan oleh :
Imamma Anindita (1301413085)
JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014
A.
Judul
Hubungan
antara Tingkat Kepercayaan Diri dan Prestasi Belajar Mahasiswa BK S1 UNNES
Angkatan 2013
B.
Latar Belakang
Belajar merupakan suatu proses yang berlangsung
sepanjang hayat. Menurut Suyono dan Hariyanto, belajar adalah suatu proses
untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku,
sikap, dan mengokohkan kepribadian. Sedangkan menurut Rifki (dalam Andriyani)
setiap individu memiliki lingkungan dan latar belakang yang berbeda-beda sehingga
hal itu mempengaruhi kepribadian dan pembentukan rasa percaya dirinya serta
berinteraksi dengan lingkungannya. Dengan rasa percaya diri, individu akan
mudah berinteraksi didalam lingkungan belajarnya. Seperti yang dikemukakan oleh
Bandura (1977), kepercayaan diri merupakan suatu keyakinan yang dimiliki
seseorang bahwa dirinya mampu
berperilaku seperti yang dibutuhkan untuk memperoleh hasil seperti yang
diharapkan. Dengan demikian hal ini tentu dapat membantu proses belajarnya.
Namun, tidak semua orang memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi. Sebagian
orang justru rendah diri, minder, malu, sungkan, dll. Perasaan inilah yang
dapat mengganggu proses belajarnya karena perasaan-perasaan ini dapat membuat
seseorang tidak yakin dengan kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya sehingga
lebih menutup diri dan kurang mendapat informasi langsung yang dibutuhkan.
Dalam kehidupan mahasiswa khususnya jurusan BK UNNES
angkatan 2013, rasa kurang percaya diri menghambat proses belajar mereka.
Dengan rasa malu ataupun minder, mahasiswa berarti berpikiran negative terhadap
dirinya sendiri. Mahasiswa yang sering berpikiran bahwa dirinya tidak mampu
bersaing dengan temannya akan menghambat proses belajarnya karena tidak dapat
berkomunikasi dengan baik sehingga potensi yang mereka miliki tidak dapat berkembang
secara optimal.
Dengan keadaan tersebut, mahasiswa akan kehilangan
peluang untuk meraih prestasi belajarnya serta enggan untuk memulai hal baru
karena mereka sangat takut dan ragu untuk menghadapi tantangan serta selalu
berpikiran bahwa dirinya tidak akan mampu menghadapi tantangan. Sikap pesimis
mereka lebih besar dari sikap optimisnya.
Harjati ( 2008: 43 ), menyatakan bahwa prestasi
merupakan hasil usaha yang dilakukan dan menghasilkan perubahan yang dinyatakan
dalam bentuk simbol untuk menunjukkan kemampuan pencapaian hasil kerja dalam
waktu tertentu. Dengan kata lain untuk mencapai prestasi diperlukan usaha-usaha
yang sesuai dengan apa yang akan dicapai. Mahasiswa pun pastilah ingin mencapai
prestasi belajar yang diinginkan. Setiap mahasiswa pasti punya cara sendiri
untuk mencapainya. Salah satu caranya adalah dengan aktif mengikuti
pembelajaran. Untuk menjadi mahasiswa aktif, seseorang memerlukan kepercayaan diri yang
mendukungnya. Namun, seperti yang dikatakan sebelumnya, tidak semua mahasiswa
dapat mengoptimalkan rasa percaya diri mereka untuk mendukung tercapainya prestasi
karena masih banyak lagi faktor yang menentukan tercapainya prestasi. Untuk
itu, dari uraian diatas penulis bermaksud meneliti apakah ada hubungan yang
signifikan antara tingkat kepercayaan diri dan prestasi belajar mahasiswa BK S1
UNNES angkatan 2013.
C.
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah yang telah dikemukakan, Maka rumusan masalah dalam
penulisan ini adalah apakah ada hubungan antara tingkat kepercayaan diri dan
prestasi belajar mahasiswa BK S1 UNNES angkatan 2013?
D.
Tujuan
Yang
ingin dicapai dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan antara
tingkat kepercayaan diri dan prestasi belajar mahasiswa BK S1 UNNES angkatan
2013.
E.
Manfaat
Penelitian
ini diharapkan dapat memberi jawaban mengenai adanya hubungan antara tingkat
kepercayaan diri dan prestasi belajar mahasiswa BK S1 UNNES angkatan 2013,
sehingga mempunyai manfaat sebagai berikut:
1. Manfaat
Teoritis
Sebagai
sarana untuk mengaplikasikan teori-teori mengenai kepercayaan diri dan prestasi
belajar.
2. Manfaat Praktis
a. Manfaat bagi Penulis
1) Memenuhi tugas mata kuliah Metodologi Penelitian
2) Melatih kemampuan membuat penelitian
b. Manfaat bagi Pembaca
1)
Sebagai tambahan informasi mahasiswa untuk mengetahui hubungan
antara tingkat kepercayaan diri dan prestasi
belajar.
2) Sebagai tambahan informasi bagi praktisi
pendidikan dan bahan
perbandingan dan tambahan literature.
F. Landasan
Teori
1. Prestasi
Belajar Mahasiswa
a. Konsep
Prestasi Belajar
Djamarah (1994:
23) mendefinisikan prestasi belajar sebagai hasil yang diperoleh berupa
kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari
aktivitas dalam belajar. Pernyataan ini didukung oleh Sumadi Suryabrata (2006: 25),
yang menyatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai dari suatu
latihan, pengalaman yang harus didukung oleh kesadaran. Hal senada dikemukakan
Winkel (2004: 15) bahwa prestasi belajar adalah hasil usaha yang dapat dicapai
siswa setelah melakukan proses belajar yang berlangsung dalam interaksi subjek
dengan lingkungannya yang akan disimpan atau dilaksanakan menuju kemajuan.
Dengan kata lain prestasi belajar memerlukan latihan melalui proses belajar
untuk mencapainya.
Sedangkan,
Nasution (2010: 17) menjelaskan lebih rinci bahwa prestasi belajar adalah
kesempurnaan dicapai seseorang dalam berfikir, merasa serta berbuat. Prestasi
belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni kognitif, affektif
maupun psikomotor, sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika
seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut.
Dari beberapa
pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan usaha sadar
untuk mencapai kesempurnaan kognitif, afektif maupun psikomotorik, yang
dilakukan melalui proses belajar.
b. Faktor-faktor
penyebab prestasi belajar tinggi
Faktor-faktor
yang dapat mempengaruhi prestasi belajar menurut Purwanto (1990: 102) antara
lain: (1) faktor yang ada pada diri organisme itu sendiri yang dapat disebut
faktor individual, seperti kematangan/pertumbuhan, kecerdasan, latihan,
motivasi, dan faktor
pribadi, (2) faktor yang ada di luar individu yang disebut faktor sosial,
seperti faktor keluarga/keadaan rumah tangga, guru dan cara mengajarnya, alat-
alat yang dipergunakan dalam belajar-mengajar, lingkungan dan kesempatan yang
tersedia, dan motivasi sosial. Juga dikatakan oleh Slameto (2003: 54-70) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya,
tetapi dapat digolongkan menjadi dua golongan saja, yaitu faktor intern dan
faktor ekstern. Faktor intern diklasifikasi menjadi tiga faktor yaitu: faktor
jasmaniah, faktor psikologis dan faktor kelelahan. Faktor jasmaniah antara
lain: kesehatan, dan cacat tubuh. Faktor psikologis antara lain: inteligensi,
perhatian, minat, bakat, motif,
kematangan, dan kesiapan. Faktor kelelahan antara lain: kelelahan jasmani dan rohani. Sedangkan faktor ekstern digolongkan menjadi
tiga faktor yaitu: faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat. Faktor
keluarga antara lain: cara orang tua mendidik, relasi antara keluarga, suasana
rumah tangga, dan keadaan ekonomi keluarga. Faktor sekolah antara lain: metode
mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa,
disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan
gedung, metode belajar, dan tugas rumah. Faktor masyarakat antara lain:
kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul, dan bentuk
kehidupan masyarakat. Selanjutnya Dalyono (2005: 55-59) menyatakan bahwa
faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dapat digolongkan menjadi dua faktor
yaitu: faktor internal (yang berasal dari dalam diri) dan faktor eksternal
(yang berasal dari luar diri). Faktor internal termasuk: kesehatan, inteligensi
dan bakat, minat, dan motivasi, cara belajar, sedangan faktor eksternal
termasuk: keluarga, sekolah, masyarakat, dan lingkungan sekitar.
c. Ciri-ciri
Prestasi Belajar
Djamarah (1994:24} mengungkapkan
pengertian karakteristik prestasi belajar sebagai berikut :
1) Prestasi
belajar merupakan tingkah laku yang dapat diukur. Untuk mengukur tingkah laku
tersebut dapat digunakan tes prestasi belajar.
2) Prestasi
menunjuk kepada individu sebagai sebab, artinya individu sebagai pelaku.
3) Prestasi
belajar dapat dievaluasi tinggi rendahnya, baik berdasarkan atas kriteria yang
ditetapkan terlebih dahulu atau ditetapkan menurut standar yang dicapai oleh
kelompok.
4) Prestasi
belajar menunjuk kepada hasil dari kegiatan yang dilakukan secara sengaja dan
disadari.
2. Tingkat
Kepercayaan Diri
Lauster (1978),
mengungkapkan ciri-ciri orang yang percaya diri adalah: mandiri, tidak
mementingkan diri sendiri, cukup toleran, ambisius, optimis, tidak pemalu,
yakin dengan pendapatnya sendiri dan tidak berlebihan. Sementara itu Taylor dkk
(1986) mengatakan bahwa orang yang percaya diri memiliki sikap yang positif
terhadap diri sendiri. Meskipun kepercayaan diri diidentikan dengan
kemandirian, orang yang keper-cayaan dirinya tinggi umumnya lebih mudah
terlibat secara pribadi dengan orang lain dan lebih berhasil dalam hubungan
interpersonal (Goodstadt & Kipnir, dalam Bunker dkk, 1983). Menurut Lauster
(1978), rasa percaya diri bukan merupakan sifat yang diturunkan (bawaan)
melainkan diperoleh dari pengalaman hidup, serta dapat diajarkan dan ditanamkan
melalui pendidikan, sehingga upaya-upaya tertentu dapat dilakukan guna
membentuk dan meningkatkan rasa percaya diri. Dengan demikian kepercayaaan diri
terbentuk dan berkembang melalui proses belajar di dalam interaksi seseorang
dengan lingkungannya. Permasalahan utama dalam kecemasan komunikasi
interpersonal adalah adanya rasa khawatir tentang respon atau penilaian orang
lain terhadap dirinya, yaitu mengenai apa yang disampaikannya dan bagaimana ia
menyampaikannya. Ketergantungan terhadap penilaian orang lain ini merupakan
salah satu ciri dari orang yang kurang percaya diri (Lauster, 1978). Menurut
Krech (1962), bagaimana cara seseorang menghadapi orang lain dipengaruhi oleh
bagaimana ia memandang dirinya. Respon-respon interpersonal seseorang sering
merupakan refleksi dari kognisinya terhadap diri sendiri.
G. Kerangka
Berpikir
Seperti
yang telah dibahas diatas prestasi belajar merupakan usaha sadar untuk mencapai
kesempurnaan kognitif, afektif maupun psikomotorik, yang dilakukan melalui
proses belajar. Sedangkan kepercayaan diri Menurut Lauster (2002:4) merupakan
suatu sikap atau keyakinan atas kemampuan diri sendiri sehingga dalam
tindakan-tindakannya tidak terlalu cemas, merasa bebas untuk melakukan hal-hal
yang sesuai keinginan dan tanggung jawab atas perbuatannya, sopan dalam
berinteraksi dengan orang lain, memiliki dorongan prestasi serta dapat mengenal
kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Dari pengertian ini dapat dihubungkan
bahwa kepercayaan diri memberikan dorongan untuk mencapai prestasi dan yang
dibahas disini yaitu prestasi belajar. Selain itu factor dan ciri-ciri prestasi
belajar diatas juga mendukung adanya hubungan antara kepercayaan diri mahasiswa
dengan prestasi belajar mereka. Jadi, dapat dikatakan jika mahasiswa percaya
diri, maka prestasi belajarnya akan tinggi.
H. Hipotesis
Tidak
dapat dipungkiri bahwa tingkat kepercayaan diri mahasiswa meningkatkan prestasi
belajarnya. Karena dengan percaya diri, mereka mampu mengenal lingkungan
belajarnya dengn baik sehinga mereka dapat berkembang secara optimal. Menurut Ubaedy
(2011: 33) Kepercayaan diri juga terkait dengan kemajuan seseorang dibidang
yang ia geluti, banyak studi pendidikan yang mengungkapkan bahwa tingkat
kepercayaan diri seseorang terkait dengan bagaimana dia menangkap pengetahuan
atau mengatasi kesulitan belajar. Jadi, dapat dikatakan terdapat hubungan yang
positif dan signifikan antara tingkat kepercayaan diri dan prestasi belajar
mahasiswa BK S1 UNNES angkatan 2013.
I.
Metode Penelitian
1. Jenis
Penelitian
Penelitian ini
menggunakan penelitian korelasional karena digunakan untuk mengetahui hubungan
dua variable tanpa ada upaya untuk mempengaruhi variable tersebut sehingga
tidak terdapat manipulasi variable.
a. Variabel
Penelitian
1) Identifikasi
Variabel
Dalam penelitian
ini menggunakan dua buah variable yaitu variable terikat dan variable bebas.
2) Hubungan
Variabel
Hubungan yang
terjalin diantara kedua variable yaitu bersifat simetris karena muncul diantara
dua variable atau lebih secara bersamaan. Jadi disini antara prestasi belajar
dan kepercayaan diri muncul bersamaan.
3) Definisi
Operasional Variabel
Dalam penelitian
ini menggunakan dua buah variable yaitu variable terikat dan variable bebas.
Yang menjadi variabel terikat disini yaitu prestasi belajar, sedangkan yang
menjadi variable bebas yaitu kepercayaan diri.
b. Populasi
dan Sampel Penelitian
Dalam
Sugiyono (2013:117), populasi
adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/ subyek yang mempunyai
kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi, populasi
bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi
juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi
meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek yang
diteliti itu. Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat disimpulkan
bahwa yang dimaksudkan populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa
yang dijadikan sebagai sumber data dalam penelitian. Adapun populasi penelitian ini adalah mahasiswa BK UNNES angkatan tahun
2013.
Dalam
Sugiyono (2013:118), sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang
dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel adalah kelompok kecil yang secara nyata diteliti
dan ditarik kesimpulan (Nana Syaodih Sukmadinata, 2009). Berdasarkan
pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sampel yang dimaksud dalam
penenlitian ini adalah sebagian dari jumlah keseluruhan mahasiswa BK UNNES angkatan 2013
yang dijadikan sebagai sumber data dalam penelitian.
c.
Metode dan Alat Pengumpulan Data
Kuesioner
merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi
seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk
dijawabnya. Untuk menguji
variable bebas penelitian ini menggunakan angket
langsung bentuk tertutup, responden menjawab sendiri butir pertanyaan yang
sudah tersedia jawabannya. Sedangkan
untuk variable terikat peneliti menggunakan nilai hasil belajar mahasiswa sejak
semester satu sampai semester tiga.
d. Validitas
dan Reliabilitas Data
Validitas data adalah mengukur apa yang seharusnya diukur, dalam
penelitian ini yang diukur adalah seberapa besar kepercayaan diri mahasiswa dan prestasi balajar mahasiswa. Sedangkan realibilitas data
adalah taraf keajegan dari hasil penelitian dimana dari hasil penelitian ini
dapat dipakai jika kondisi dari sampel dapat mewakili seluruh populasi.
e. Teknik
Analisis Data
Analisis data
dilakukan dengan cara mengkorelasikan hasil pengukuran suatu variable dengan
hasil pengukuran variable lain. hasilnya di dilaporkan dalam bentuk nilai
koefisien korelasi koefisien regresi serta tingkat signifikasinya, disamping
proporsi variansi yang disumbangkan variable bebas terhadap variable terikat.
J.
Daftar Pustaka
Hadi, Sutrisno. 2000. Statistik
Jilid 2. Yogyakarta: Andi.
Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2013. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung
: Alfabeta
Siska, dkk. 2003. Jurnal Kepercayaan Diri dan Kecemasan pada Mahasiswa.
Yogyakarta: Universitas Gajahmada.
Andriyani, Lilis. 2013. Jurnal
Novel Mingguan
04.36
No comments
Sebuah novel karya Imamma Anindita, selamat membaca...
Malaikatku
(Bagian 1)
Saat kubuka mata, gelap masih menerpa. Sang penguasa
siang belum muncul untuk menerangi langkah manusia yang tak sama. Seperti biasa
kata syukur terucap dimulut kecilku atas anugerah Tuhan yang tak pernah putus
menghujaniku, atas kesempatan yang Ia berikan padaku sampai hari ini. “Toktoktok…”
tiba-tiba suara ketukan pintu mengagetkanku. “Anisa, ayo bangun. Shalat subuh
dulu”. Ternyata suara itu berasal dari sang pemilik kunci menuju pintu terindah
kehidupan ini, Ibu. Lega mendengar suaranya yang lembut dan menyejukkan itu. “Baik,
bu. Anisa akan segera menyusul” jawabku tergesa-gesa sambil bangun dan merapikan
tempat tidurku yang selalu memberiku kenyamanan disaat sang malam datang. Sambil
tersenyum dan menepuk, kuucucapkan “Makasih ya mbem”. Mbem sebutanku untuk tempat tidurku. Memang kebiasaanku selalu
memberikan nama pada setiap barang yang aku punya.
Dengan tergesa-gesa aku menyusul ibu ke surau kecil
yang berada didekat rumah kami. Ibuku memang malaikat tanpa sayap yang
diciptakan Tuhan untuk membimbingku selalu dijalannya. Beliau tanpa lelah menyayangiku,
mengawasiku, menuntunku untuk selalu dijalannya. Aku selalu bergantung padanya.
Sampai tak pernah berani untukku membayangkan hal buruk akan terjadi padanya.
Aku berdiri disamping ibuku untuk menunaikan
kewajiban yang membuat kita manusia berada disini, beribadah. Rasanya nyaman
sekali setelah selesai memohon segala tetek bengek harapan di kehidupan dunia
dan akhirat kepada Yang Maha Kuasa, kucium tangan pekerja keras yang sedikit
kasar itu. Hal ini selalu kami lakukan setelah shalat berjamaah. Tapi, entah
mengapa kali ini sangat berbeda. Rasanya ingin lebih lama lagi kucium tangan
yang telah membatuku dalam banyak hal itu. Tapi ibu menarik tangannya perlahan.
Mungkin ingin melanjutkan doanya kepada Tuhan yang terhenti karna aku meminta
bersalaman tadi. Aku pun tersenyum kepadanya dan dibalas dengan senyumannya
yang sangat manis. Lalu kami melanjutkan berdzikir bersama.
Bersambung….
Kamis, 01 Januari 2015
Materi TIK Rombel 1
14.53
1 comment
Berikut ini materi TIK BK semester 3 rombel 1 yang dapat didownload melalui link yang disediakan:
1. MPIBK materi Pengertian, komponen dan karakter TIK. klik disini
1. MPIBK materi Pengertian, komponen dan karakter TIK. klik disini
2. MPIBK materi Komponen-komponen data dan informasi. klik disini
3. MPIBK materi Analisa SWOT TIK. klik disini
4. MPIBK materi Peranan dan manfaat TIK. klik disini
5. MPIBK materi Program pemerintah dan swasta dalam
implementasi TIK untuk BK. klik disini
6. MPIBK materi TIK dalam Pembelajaran Modern BK. klik disini
7. MPIBK materi Sejarah komputer. klik disini
8. MPIBK materi Komponen hardware dan software komputer. klik disini
9. MPIBK materi Hubungan
TIK dan komputer. klik disini






