Gambar ini saya dapat dari seorang teman baik di Cilacap. Dalam foto yang diambil ini terlihat pemandangan indah bukan? Bantaran sungai dengan air yang tenang dengan alur cantik akibat pergerakan perahu ditambah efek mendung yang membuatnya menjadi indah. Namun, siapa menyangka suasana disana amat tidak nyaman. Bau menyengat sangat tercium disekitar sungai itu. Lingkungan yang ada disekitar kita tentu selalu berhubungan dengan kita. Apa yang salah? Mari kita introspeksi diri dan memperbaikinya. Sungai Kaliasa, Cilacap.
Universitas Negeri Semarang
Unversitas yang terletak di Sekeran Gunungpati, Semarang
Fakultas Ilmu Pendidikan
merupakan fakultas tertua yang ada di Universitas Negeri Semarang. Fakultas ini memiliki enam jurusan, yaitu PGSD, TP, BK, PLS, PGPAUD, Psikologi.
BIMBINGAN DAN KONSELING
Jurusan BK UNNES telah berakreditasi A.
HIBURAN
Setiap orang pasti perlu hiburan, entah itu dengan dengerin musik, nonton film, jalan-jalan, dll. disini danboo aja dengerin musik so kalian juga dong.
GAYA HIDUP
Berbagai gaya hidup yang bisa kita terapkan akan diposting dalam blog ini.
Jumat, 02 Januari 2015
Proposal Penelitan Kuantitatif
09.13
No comments
HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DAN PRESTASI
BELAJAR
MAHASISWA S1 JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
ANGKATAN 2013
PROPOSAL PENELITIAN KUANTITIF
disusun guna memenuhi tugas mata
Metodologi Penelitian Pendidikan.
Dosen Pengampu : 1. Dra. M.Th. Sri Hartati, M.Pd.
2.
Edwindha Prafitra Nugraheni, S.Pd., Kons.
Diusulkan oleh :
Imamma Anindita (1301413085)
JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014
A.
Judul
Hubungan
antara Tingkat Kepercayaan Diri dan Prestasi Belajar Mahasiswa BK S1 UNNES
Angkatan 2013
B.
Latar Belakang
Belajar merupakan suatu proses yang berlangsung
sepanjang hayat. Menurut Suyono dan Hariyanto, belajar adalah suatu proses
untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku,
sikap, dan mengokohkan kepribadian. Sedangkan menurut Rifki (dalam Andriyani)
setiap individu memiliki lingkungan dan latar belakang yang berbeda-beda sehingga
hal itu mempengaruhi kepribadian dan pembentukan rasa percaya dirinya serta
berinteraksi dengan lingkungannya. Dengan rasa percaya diri, individu akan
mudah berinteraksi didalam lingkungan belajarnya. Seperti yang dikemukakan oleh
Bandura (1977), kepercayaan diri merupakan suatu keyakinan yang dimiliki
seseorang bahwa dirinya mampu
berperilaku seperti yang dibutuhkan untuk memperoleh hasil seperti yang
diharapkan. Dengan demikian hal ini tentu dapat membantu proses belajarnya.
Namun, tidak semua orang memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi. Sebagian
orang justru rendah diri, minder, malu, sungkan, dll. Perasaan inilah yang
dapat mengganggu proses belajarnya karena perasaan-perasaan ini dapat membuat
seseorang tidak yakin dengan kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya sehingga
lebih menutup diri dan kurang mendapat informasi langsung yang dibutuhkan.
Dalam kehidupan mahasiswa khususnya jurusan BK UNNES
angkatan 2013, rasa kurang percaya diri menghambat proses belajar mereka.
Dengan rasa malu ataupun minder, mahasiswa berarti berpikiran negative terhadap
dirinya sendiri. Mahasiswa yang sering berpikiran bahwa dirinya tidak mampu
bersaing dengan temannya akan menghambat proses belajarnya karena tidak dapat
berkomunikasi dengan baik sehingga potensi yang mereka miliki tidak dapat berkembang
secara optimal.
Dengan keadaan tersebut, mahasiswa akan kehilangan
peluang untuk meraih prestasi belajarnya serta enggan untuk memulai hal baru
karena mereka sangat takut dan ragu untuk menghadapi tantangan serta selalu
berpikiran bahwa dirinya tidak akan mampu menghadapi tantangan. Sikap pesimis
mereka lebih besar dari sikap optimisnya.
Harjati ( 2008: 43 ), menyatakan bahwa prestasi
merupakan hasil usaha yang dilakukan dan menghasilkan perubahan yang dinyatakan
dalam bentuk simbol untuk menunjukkan kemampuan pencapaian hasil kerja dalam
waktu tertentu. Dengan kata lain untuk mencapai prestasi diperlukan usaha-usaha
yang sesuai dengan apa yang akan dicapai. Mahasiswa pun pastilah ingin mencapai
prestasi belajar yang diinginkan. Setiap mahasiswa pasti punya cara sendiri
untuk mencapainya. Salah satu caranya adalah dengan aktif mengikuti
pembelajaran. Untuk menjadi mahasiswa aktif, seseorang memerlukan kepercayaan diri yang
mendukungnya. Namun, seperti yang dikatakan sebelumnya, tidak semua mahasiswa
dapat mengoptimalkan rasa percaya diri mereka untuk mendukung tercapainya prestasi
karena masih banyak lagi faktor yang menentukan tercapainya prestasi. Untuk
itu, dari uraian diatas penulis bermaksud meneliti apakah ada hubungan yang
signifikan antara tingkat kepercayaan diri dan prestasi belajar mahasiswa BK S1
UNNES angkatan 2013.
C.
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah yang telah dikemukakan, Maka rumusan masalah dalam
penulisan ini adalah apakah ada hubungan antara tingkat kepercayaan diri dan
prestasi belajar mahasiswa BK S1 UNNES angkatan 2013?
D.
Tujuan
Yang
ingin dicapai dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan antara
tingkat kepercayaan diri dan prestasi belajar mahasiswa BK S1 UNNES angkatan
2013.
E.
Manfaat
Penelitian
ini diharapkan dapat memberi jawaban mengenai adanya hubungan antara tingkat
kepercayaan diri dan prestasi belajar mahasiswa BK S1 UNNES angkatan 2013,
sehingga mempunyai manfaat sebagai berikut:
1. Manfaat
Teoritis
Sebagai
sarana untuk mengaplikasikan teori-teori mengenai kepercayaan diri dan prestasi
belajar.
2. Manfaat Praktis
a. Manfaat bagi Penulis
1) Memenuhi tugas mata kuliah Metodologi Penelitian
2) Melatih kemampuan membuat penelitian
b. Manfaat bagi Pembaca
1)
Sebagai tambahan informasi mahasiswa untuk mengetahui hubungan
antara tingkat kepercayaan diri dan prestasi
belajar.
2) Sebagai tambahan informasi bagi praktisi
pendidikan dan bahan
perbandingan dan tambahan literature.
F. Landasan
Teori
1. Prestasi
Belajar Mahasiswa
a. Konsep
Prestasi Belajar
Djamarah (1994:
23) mendefinisikan prestasi belajar sebagai hasil yang diperoleh berupa
kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari
aktivitas dalam belajar. Pernyataan ini didukung oleh Sumadi Suryabrata (2006: 25),
yang menyatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai dari suatu
latihan, pengalaman yang harus didukung oleh kesadaran. Hal senada dikemukakan
Winkel (2004: 15) bahwa prestasi belajar adalah hasil usaha yang dapat dicapai
siswa setelah melakukan proses belajar yang berlangsung dalam interaksi subjek
dengan lingkungannya yang akan disimpan atau dilaksanakan menuju kemajuan.
Dengan kata lain prestasi belajar memerlukan latihan melalui proses belajar
untuk mencapainya.
Sedangkan,
Nasution (2010: 17) menjelaskan lebih rinci bahwa prestasi belajar adalah
kesempurnaan dicapai seseorang dalam berfikir, merasa serta berbuat. Prestasi
belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni kognitif, affektif
maupun psikomotor, sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika
seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut.
Dari beberapa
pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan usaha sadar
untuk mencapai kesempurnaan kognitif, afektif maupun psikomotorik, yang
dilakukan melalui proses belajar.
b. Faktor-faktor
penyebab prestasi belajar tinggi
Faktor-faktor
yang dapat mempengaruhi prestasi belajar menurut Purwanto (1990: 102) antara
lain: (1) faktor yang ada pada diri organisme itu sendiri yang dapat disebut
faktor individual, seperti kematangan/pertumbuhan, kecerdasan, latihan,
motivasi, dan faktor
pribadi, (2) faktor yang ada di luar individu yang disebut faktor sosial,
seperti faktor keluarga/keadaan rumah tangga, guru dan cara mengajarnya, alat-
alat yang dipergunakan dalam belajar-mengajar, lingkungan dan kesempatan yang
tersedia, dan motivasi sosial. Juga dikatakan oleh Slameto (2003: 54-70) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya,
tetapi dapat digolongkan menjadi dua golongan saja, yaitu faktor intern dan
faktor ekstern. Faktor intern diklasifikasi menjadi tiga faktor yaitu: faktor
jasmaniah, faktor psikologis dan faktor kelelahan. Faktor jasmaniah antara
lain: kesehatan, dan cacat tubuh. Faktor psikologis antara lain: inteligensi,
perhatian, minat, bakat, motif,
kematangan, dan kesiapan. Faktor kelelahan antara lain: kelelahan jasmani dan rohani. Sedangkan faktor ekstern digolongkan menjadi
tiga faktor yaitu: faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat. Faktor
keluarga antara lain: cara orang tua mendidik, relasi antara keluarga, suasana
rumah tangga, dan keadaan ekonomi keluarga. Faktor sekolah antara lain: metode
mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa,
disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan
gedung, metode belajar, dan tugas rumah. Faktor masyarakat antara lain:
kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul, dan bentuk
kehidupan masyarakat. Selanjutnya Dalyono (2005: 55-59) menyatakan bahwa
faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dapat digolongkan menjadi dua faktor
yaitu: faktor internal (yang berasal dari dalam diri) dan faktor eksternal
(yang berasal dari luar diri). Faktor internal termasuk: kesehatan, inteligensi
dan bakat, minat, dan motivasi, cara belajar, sedangan faktor eksternal
termasuk: keluarga, sekolah, masyarakat, dan lingkungan sekitar.
c. Ciri-ciri
Prestasi Belajar
Djamarah (1994:24} mengungkapkan
pengertian karakteristik prestasi belajar sebagai berikut :
1) Prestasi
belajar merupakan tingkah laku yang dapat diukur. Untuk mengukur tingkah laku
tersebut dapat digunakan tes prestasi belajar.
2) Prestasi
menunjuk kepada individu sebagai sebab, artinya individu sebagai pelaku.
3) Prestasi
belajar dapat dievaluasi tinggi rendahnya, baik berdasarkan atas kriteria yang
ditetapkan terlebih dahulu atau ditetapkan menurut standar yang dicapai oleh
kelompok.
4) Prestasi
belajar menunjuk kepada hasil dari kegiatan yang dilakukan secara sengaja dan
disadari.
2. Tingkat
Kepercayaan Diri
Lauster (1978),
mengungkapkan ciri-ciri orang yang percaya diri adalah: mandiri, tidak
mementingkan diri sendiri, cukup toleran, ambisius, optimis, tidak pemalu,
yakin dengan pendapatnya sendiri dan tidak berlebihan. Sementara itu Taylor dkk
(1986) mengatakan bahwa orang yang percaya diri memiliki sikap yang positif
terhadap diri sendiri. Meskipun kepercayaan diri diidentikan dengan
kemandirian, orang yang keper-cayaan dirinya tinggi umumnya lebih mudah
terlibat secara pribadi dengan orang lain dan lebih berhasil dalam hubungan
interpersonal (Goodstadt & Kipnir, dalam Bunker dkk, 1983). Menurut Lauster
(1978), rasa percaya diri bukan merupakan sifat yang diturunkan (bawaan)
melainkan diperoleh dari pengalaman hidup, serta dapat diajarkan dan ditanamkan
melalui pendidikan, sehingga upaya-upaya tertentu dapat dilakukan guna
membentuk dan meningkatkan rasa percaya diri. Dengan demikian kepercayaaan diri
terbentuk dan berkembang melalui proses belajar di dalam interaksi seseorang
dengan lingkungannya. Permasalahan utama dalam kecemasan komunikasi
interpersonal adalah adanya rasa khawatir tentang respon atau penilaian orang
lain terhadap dirinya, yaitu mengenai apa yang disampaikannya dan bagaimana ia
menyampaikannya. Ketergantungan terhadap penilaian orang lain ini merupakan
salah satu ciri dari orang yang kurang percaya diri (Lauster, 1978). Menurut
Krech (1962), bagaimana cara seseorang menghadapi orang lain dipengaruhi oleh
bagaimana ia memandang dirinya. Respon-respon interpersonal seseorang sering
merupakan refleksi dari kognisinya terhadap diri sendiri.
G. Kerangka
Berpikir
Seperti
yang telah dibahas diatas prestasi belajar merupakan usaha sadar untuk mencapai
kesempurnaan kognitif, afektif maupun psikomotorik, yang dilakukan melalui
proses belajar. Sedangkan kepercayaan diri Menurut Lauster (2002:4) merupakan
suatu sikap atau keyakinan atas kemampuan diri sendiri sehingga dalam
tindakan-tindakannya tidak terlalu cemas, merasa bebas untuk melakukan hal-hal
yang sesuai keinginan dan tanggung jawab atas perbuatannya, sopan dalam
berinteraksi dengan orang lain, memiliki dorongan prestasi serta dapat mengenal
kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Dari pengertian ini dapat dihubungkan
bahwa kepercayaan diri memberikan dorongan untuk mencapai prestasi dan yang
dibahas disini yaitu prestasi belajar. Selain itu factor dan ciri-ciri prestasi
belajar diatas juga mendukung adanya hubungan antara kepercayaan diri mahasiswa
dengan prestasi belajar mereka. Jadi, dapat dikatakan jika mahasiswa percaya
diri, maka prestasi belajarnya akan tinggi.
H. Hipotesis
Tidak
dapat dipungkiri bahwa tingkat kepercayaan diri mahasiswa meningkatkan prestasi
belajarnya. Karena dengan percaya diri, mereka mampu mengenal lingkungan
belajarnya dengn baik sehinga mereka dapat berkembang secara optimal. Menurut Ubaedy
(2011: 33) Kepercayaan diri juga terkait dengan kemajuan seseorang dibidang
yang ia geluti, banyak studi pendidikan yang mengungkapkan bahwa tingkat
kepercayaan diri seseorang terkait dengan bagaimana dia menangkap pengetahuan
atau mengatasi kesulitan belajar. Jadi, dapat dikatakan terdapat hubungan yang
positif dan signifikan antara tingkat kepercayaan diri dan prestasi belajar
mahasiswa BK S1 UNNES angkatan 2013.
I.
Metode Penelitian
1. Jenis
Penelitian
Penelitian ini
menggunakan penelitian korelasional karena digunakan untuk mengetahui hubungan
dua variable tanpa ada upaya untuk mempengaruhi variable tersebut sehingga
tidak terdapat manipulasi variable.
a. Variabel
Penelitian
1) Identifikasi
Variabel
Dalam penelitian
ini menggunakan dua buah variable yaitu variable terikat dan variable bebas.
2) Hubungan
Variabel
Hubungan yang
terjalin diantara kedua variable yaitu bersifat simetris karena muncul diantara
dua variable atau lebih secara bersamaan. Jadi disini antara prestasi belajar
dan kepercayaan diri muncul bersamaan.
3) Definisi
Operasional Variabel
Dalam penelitian
ini menggunakan dua buah variable yaitu variable terikat dan variable bebas.
Yang menjadi variabel terikat disini yaitu prestasi belajar, sedangkan yang
menjadi variable bebas yaitu kepercayaan diri.
b. Populasi
dan Sampel Penelitian
Dalam
Sugiyono (2013:117), populasi
adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/ subyek yang mempunyai
kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi, populasi
bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi
juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi
meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek yang
diteliti itu. Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat disimpulkan
bahwa yang dimaksudkan populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa
yang dijadikan sebagai sumber data dalam penelitian. Adapun populasi penelitian ini adalah mahasiswa BK UNNES angkatan tahun
2013.
Dalam
Sugiyono (2013:118), sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang
dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel adalah kelompok kecil yang secara nyata diteliti
dan ditarik kesimpulan (Nana Syaodih Sukmadinata, 2009). Berdasarkan
pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sampel yang dimaksud dalam
penenlitian ini adalah sebagian dari jumlah keseluruhan mahasiswa BK UNNES angkatan 2013
yang dijadikan sebagai sumber data dalam penelitian.
c.
Metode dan Alat Pengumpulan Data
Kuesioner
merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi
seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk
dijawabnya. Untuk menguji
variable bebas penelitian ini menggunakan angket
langsung bentuk tertutup, responden menjawab sendiri butir pertanyaan yang
sudah tersedia jawabannya. Sedangkan
untuk variable terikat peneliti menggunakan nilai hasil belajar mahasiswa sejak
semester satu sampai semester tiga.
d. Validitas
dan Reliabilitas Data
Validitas data adalah mengukur apa yang seharusnya diukur, dalam
penelitian ini yang diukur adalah seberapa besar kepercayaan diri mahasiswa dan prestasi balajar mahasiswa. Sedangkan realibilitas data
adalah taraf keajegan dari hasil penelitian dimana dari hasil penelitian ini
dapat dipakai jika kondisi dari sampel dapat mewakili seluruh populasi.
e. Teknik
Analisis Data
Analisis data
dilakukan dengan cara mengkorelasikan hasil pengukuran suatu variable dengan
hasil pengukuran variable lain. hasilnya di dilaporkan dalam bentuk nilai
koefisien korelasi koefisien regresi serta tingkat signifikasinya, disamping
proporsi variansi yang disumbangkan variable bebas terhadap variable terikat.
J.
Daftar Pustaka
Hadi, Sutrisno. 2000. Statistik
Jilid 2. Yogyakarta: Andi.
Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2013. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung
: Alfabeta
Siska, dkk. 2003. Jurnal Kepercayaan Diri dan Kecemasan pada Mahasiswa.
Yogyakarta: Universitas Gajahmada.
Andriyani, Lilis. 2013. Jurnal
Novel Mingguan
04.36
No comments
Sebuah novel karya Imamma Anindita, selamat membaca...
Malaikatku
(Bagian 1)
Saat kubuka mata, gelap masih menerpa. Sang penguasa
siang belum muncul untuk menerangi langkah manusia yang tak sama. Seperti biasa
kata syukur terucap dimulut kecilku atas anugerah Tuhan yang tak pernah putus
menghujaniku, atas kesempatan yang Ia berikan padaku sampai hari ini. “Toktoktok…”
tiba-tiba suara ketukan pintu mengagetkanku. “Anisa, ayo bangun. Shalat subuh
dulu”. Ternyata suara itu berasal dari sang pemilik kunci menuju pintu terindah
kehidupan ini, Ibu. Lega mendengar suaranya yang lembut dan menyejukkan itu. “Baik,
bu. Anisa akan segera menyusul” jawabku tergesa-gesa sambil bangun dan merapikan
tempat tidurku yang selalu memberiku kenyamanan disaat sang malam datang. Sambil
tersenyum dan menepuk, kuucucapkan “Makasih ya mbem”. Mbem sebutanku untuk tempat tidurku. Memang kebiasaanku selalu
memberikan nama pada setiap barang yang aku punya.
Dengan tergesa-gesa aku menyusul ibu ke surau kecil
yang berada didekat rumah kami. Ibuku memang malaikat tanpa sayap yang
diciptakan Tuhan untuk membimbingku selalu dijalannya. Beliau tanpa lelah menyayangiku,
mengawasiku, menuntunku untuk selalu dijalannya. Aku selalu bergantung padanya.
Sampai tak pernah berani untukku membayangkan hal buruk akan terjadi padanya.
Aku berdiri disamping ibuku untuk menunaikan
kewajiban yang membuat kita manusia berada disini, beribadah. Rasanya nyaman
sekali setelah selesai memohon segala tetek bengek harapan di kehidupan dunia
dan akhirat kepada Yang Maha Kuasa, kucium tangan pekerja keras yang sedikit
kasar itu. Hal ini selalu kami lakukan setelah shalat berjamaah. Tapi, entah
mengapa kali ini sangat berbeda. Rasanya ingin lebih lama lagi kucium tangan
yang telah membatuku dalam banyak hal itu. Tapi ibu menarik tangannya perlahan.
Mungkin ingin melanjutkan doanya kepada Tuhan yang terhenti karna aku meminta
bersalaman tadi. Aku pun tersenyum kepadanya dan dibalas dengan senyumannya
yang sangat manis. Lalu kami melanjutkan berdzikir bersama.
Bersambung….
Kamis, 01 Januari 2015
Materi TIK Rombel 1
14.53
1 comment
Berikut ini materi TIK BK semester 3 rombel 1 yang dapat didownload melalui link yang disediakan:
1. MPIBK materi Pengertian, komponen dan karakter TIK. klik disini
1. MPIBK materi Pengertian, komponen dan karakter TIK. klik disini
2. MPIBK materi Komponen-komponen data dan informasi. klik disini
3. MPIBK materi Analisa SWOT TIK. klik disini
4. MPIBK materi Peranan dan manfaat TIK. klik disini
5. MPIBK materi Program pemerintah dan swasta dalam
implementasi TIK untuk BK. klik disini
6. MPIBK materi TIK dalam Pembelajaran Modern BK. klik disini
7. MPIBK materi Sejarah komputer. klik disini
8. MPIBK materi Komponen hardware dan software komputer. klik disini
9. MPIBK materi Hubungan
TIK dan komputer. klik disini
Minggu, 28 Desember 2014
Puisi Perpisahan
02.53
No comments
BUKAN MALAM TERAKHIR
Ini bukan malam Terakhir
Yang ramai tapi lengang
Yang membuatku yakin tapi tak yakin
Ini bukan malam terakhir
Setelah kau datang, terisi, lalu pergi
Ah! Pergi yang jauh saja!
Bawa nama ini
Yang megisimu hingga penuh
Ya Penuh,
Penuh rasa, penuh ilmu, penuh karya
Aku iri, kau pergi ke langit untuk menggapai bintang
Tapi aku masih disini
Dalam nama yang harus kau ingat
Sebutan penuh arti
Ya,ini bukan malam terakhir untukmu
pergilah, harumkan unnesku dilangit bersama bintangmu
tebarkan segala ilmu yang kau punya disana
hingga malam itu benar menjadi malam terakhirmu
Senin, 15 Desember 2014
HUBUNGAN TIK DAN KOMPUTER
17.41
No comments
HUBUNGAN TIK DAN KOMPUTER
disusun guna memenuhi mata kuliah
Teknologi dan Informasi Komunikasi
Dosen Pengampu: Yoga Eska Pambudi
Utama, S.Kom
Oleh
Rivrina Sugiyanto (1301413084)
Imamma Anindita (1301413085)
JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Alhamdulillah, puji dan syukur kami
panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat serta hidayah-NYA
kepada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Sholawat serta salam
semoga tetap terlimpah kepada beliau Nabi Muhammad SAW yang kita tunggu
syafa’atnya di yaumul kiamat nanti.
Makalah
ini disusun guna memenuhi tugas Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan judul
“Hubungan TIK dan Komputer”. Semoga dengan tersusunnya makalah ini dapat
memberi gambaran mengenai hubungan TIK dan Komputer dengan jelas.
Dalam penyusunan karya tulis ini, kami
banyak mendapat tantangan dan hambatan, akan tetapi dengan bantuan dari
berbagai pihak, tantangan dan hambatan tersebut dapat teratasi. Oleh karena
itu, kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Yoga
Eska Pambudi Utama, S.Kom selaku dosen pengampu Mata Kuliah Teknologi Informasi
dan Komunikasi
2. Orang
tua kami yang telah membantu doa dalam menyelesaikan laporan ini.
3. Serta
semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu yang telah membantu
pelaksanaan pembuatan karya tulis ini.
Kritik dan saran selalu kami harapkan
demi kesempurnaan karya tulis ini. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi
kita semua.
Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.
Semarang,
7 September 2014
Penulis
DAFTAR
ISI
Halaman judul……………………………….……………………………………........i
Halaman pengesahan…………………………………………………………….…….ii
Kata
pengantar………….………………………………………………………….….iii
Daftar
Isi………………..……………….……………………………….....……........iv
Abstrak………………………………………………………………………………...v
BAB I 1. PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang……………………………….....………………..…..…1
B. Rumusan Masalah.…………..……………………….....……………....1
C. Tujuan…………..……….……………….....…………………………..2
BAB
II : PEMBAHASAN
A. Pengertian TIK..……………………………………………………......3
B. Pengertian Komputer..……………...………………………………......4
C. Hubungan TIK dan Komputer..…………………………………….......6
D. Hubungan TIK, Komputer, dan BK..………………………………......6
BAB 4: PENUTUP
A. Kesimpulan…………..……………………….....………………….….9
B. Saran…………..……………………….....………...…………….…....9
DAFTAR PUSTAKA
Abstrak
Tik
dan komputer sudah bukan hal yang asing lagi bagi kita. Pada umumnya ketika di
sebutkan tentang tik, kebanyakan orang akan beranggapan bahwa tik adalah
komputer. Padahal tik tidak sebatas hanya pada komputer saja, ada banyak hal
lain yang juga termasuk di dalam tik seperti tv, hp, radio, dan lain
sebagainya. Hanya saja memang di dalam komputer telah mencakup fungsi dari
beberapa perangkat tik yang lain. Dan di dalam makalah ini akan di bahas
mengenai hubungan antara tik dengan komputer, serta bagaimanakh tik di dalam
BK.
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Seiring dengan kemajuan
jaman saat ini, perkembangan teknologi juga mengalami kemajuan yang cukup
pesat. Tidak sedikit lapisan masyarakat yang sudah mengenal TIK. Namun,
kebanyakan orang mengenal TIK itu sebagai suatu teknologi yang sama dengan
komputer. Padahal walaupun TIK memang berkaitan erat dengan komputer tidak
berarti bahwa yang dimaksud dengan TIK hanyalah sekedar komputer saja. Perkembangan
TIK juga mempengaruhi berbagai bidang, mulai dari usaha, politik, ekonomi, social
budaya, kesehatan dan pada bidang pendidikan khususnya BK. Jadi, di dalam
makalah ini kami akan membahas hubungan antara TIK dan komputer serta kaitannya
dengan BK.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa
pengertian TIK?
2. Apa
pengertian komputer?
3. Bagaimanakah
hubungan antara TIK dengan Computer?
4. Bagaimanakah
TIK dalam BK?
C.
Tujuan
Makalah ini di susun dengan tujuan
agar penyusun mengetahui hubungan antara TIK dengan Computer, dan mengetahui bagaimanakah
kegunaan TIK di dalam BK.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian TIK
Teknologi informasi dan komunikasi atau yang sering
disebut dengan TIK yang dijelaskan dalam Wikipedia bahasa Indonesia adalah sebagai payung besar terminologi yang
mencakup seluruh peralatan teknis untuk
memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua hal, yaitu teknologi
informasi dan juga teknologi informasi. Teknologi
informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai
alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi
komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu
untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak
terpisahkan.
Selain itu Eric Deeson mengungkapkan bahwa TIK adalah kebutuhan manusia didalam mengambil
dan memindahkan , mengolah dan memproses informasi dalam konteks sosial yang
menguntungkan diri sendiri dan masyarakat secara keseluruhan. Jadi, intinya TIK
itu kebutuhan untuk memproses informasi.
Senada dengan Deeson, Puskur Diknas Indonesia juga
beranggapan bahwa TIK adalah suatu
padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala
kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan
transfer/pemindahan informasi antar media
Tidak jauh berbeda, Susanto juga mendefinisikan
Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah sebuah media atau alat bantu yang
digunakan untuk transfer data baik itu untuk memperoleh suatu data / informasi
maupun memberikan informasi kepada orang lain serta dapat digunakan untuk alat
berkomunikasi baik satu arah ataupun dua arah.
Jadi, Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung
pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan,
manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.
B.
Pengertian Komputer
Komputer dijaman modern mengarah ke sebuah rangkaian
alat elektronik yang mampu melakukan banyak tugas dan memiliki banyak fungsi.
Istilah Komputer berasal dari sebuah bahasa latin yaitu computare yang berarti
menghitung dan dalam bahasa inggris bisa disebut to compute, yang pada awalnya
ditujukan pada orang yang menghitung dan setelah itu ditujukan kepada sebuah
alat hitung mekanis lalu seiring perkembangan menjadi alat istimewa yang mampu
melakukan berbagai hal yang menakjubkan. Definisi lain komputer di terjemahkan
sebagai sekumpulan alat elektronik yang satu sama lain saling bekerja sama
terkoordinasi dibawah kontrol program dengan kemampuan dapat menerima data
(input) lalu mengolah data (proses) tersebut dengan menghasilkan informasi
(output). Dengan kata lain, komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah
data menurut prosedur yang telah dirumuskan dengan kemampuan input maupun
output.
Selain itu, V.C. Hamacher et al (1982)
mendefinisikan komputer sebagai mesin
penghitung elektronik yang dengan cepat dapat menerima informasi input digital,
memrosesnya sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya dan menghasilkan
output informasi. Senada dengan Hamacher, Robert H. Blissmer (1985) juga
berpendapat bahwa komputer ialah suatu alat elektronik yang mampu melakukan
beberapa tugas seperti menerima input, memroses input, menyimpan
perintah-perintah dan menyediakan output dalam bentuk informasi. Sedangkan
Donald H. Sanderes (1985)berpendapat bahwa komputer adalah sistem elektronik
untuk memanipulasi data dengan cepat dan tepat serta dirancang dan
diorganisasikan agar secara otomatis menerima dan menyimpan data input,
memrosesnya, dan menghasilkan output di bawah pengawasan suatu langkah-langkah
instruksi program (Sistem Operasi) yang tersimpan di didalam penyimpannya
(stored program).
Jadi, komputer itu merupakan alat elektronik yang
memiliki system operasi tertentu untuk menerima dan mengolah input sehingga
penghasilkan output.
C. Hubungan
antara tik dengan computer
Dari
beberapa pengertian mengenai tik dan computer di atas, maka dapat kita ketahui
hubungan diantara keduanya.
Seperti
yang telah di bahas sebelumnya tik merupakan segala kegiatan yang terkait
dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.
Dan tidak sedikit pula orang-orang mengasumsikan bahwa ketika disebutkan mengenai tik maka yang terbayang adalah
computer. Padahal tik tidak hanya sebatas mengenai computer saja, namun memang
di antara tik dan computer memiliki hubungan yang cukup erat.
Dapat
kita lihat dari pengertian berikut, TIK
adalah kebutuhan manusia didalam mengambil dan memindahkan , mengolah
dan memproses informasi dalam konteks sosial yang menguntungkan diri sendiri
dan masyarakat secara keseluruhan. Jadi, intinya TIK itu kebutuhan untuk
memproses informasi. Computer sebagai mesin penghitung elektronik yang dengan
cepat dapat menerima informasi input digital, memprosesnya sesuai dengan
program yang tersimpan di memorinya dan menghasilkan output informasi.
Di
dalam informasi dan komunikasi computer memiliki beberpa fungsi. Sebagai sarana
informasi computer yang terhubung dengan internet dapat memudahkan kita
mendapatkan informasi mulai dari tempat, usaha, dsb. Sebagai sarana komunikasi
computer dapat di gunakan untuk mengirim gambar, pesan, video, dan
berkomunikasi melalui web.
Dari
pengertian tersebut maka dapat dilihat bahwa tik merupakan kebutuhan untuk
memperoleh informasi, sedangkan computer merupakan suatu alat yang memiliki
program untuk menghasilkan informasi. Jadi, hubungannya tik merupakan kebutuhan
untuk memperoleh informasi, dan computer merupakan alat untuk mengolah,
mendapatkan, dan menyimpan informasi yang di butuhkan di dalam tik.
D.
HUBUNGAN TIK, KOMPUTER, DAN BK
Kompetensi
konselor Indonesia yang telah disiapkan oleh ABKIN yang tertuang dalam Naskah
Akademik tahun 2007 menuntut para konselor sekolah untuk dapat menyelenggarakan
kegiatan bimbingan dan konseling yang memandirikan. Untuk menjawab tantangan
itu para konselor dihadapkan pada bagaimana memahami setiap peserta didik
secara mendalam. Pemahaman terhadap peserta didik secara mendalam diawali
dengan kegiatan asesmen. Penguasaan konselor sekolah terhadap konsep dan
praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan dan masalah konseli menjadi
mutlak diperlukan. Kenyataan di lapangan, pelaksanaan asesmen di sekolah
disamping memerlukan penguasaan pengetahuan, praktek dan sintesis juga sangat
menyita waktu dan tenaga konselor di sekolah. Oleh karena itu, dimungkinkan
untuk menggunakan komputer sebagai alat bantu asesmen untuk memperlancar
kegiatan asesmen tersebut. Adapun penggunaan komputer untuk alat bantu asesmen
ini ada beberapa alternatif, pertama: membeli software asesmen dan
menggunakannya. Sudah ada beberapa software asesmen dipasaran seperti Analisis
Tugas Perkembangan (ATP), AUM terkomputerisasi, maupun Software Tes Psikologis
dalam bimbingan dan konseling yang telah dikembangkan oleh beberapa teman
sejawat. Kedua, menggunakan komputer sebatas untuk penyusunan laporan dan
pendokumentasian hasil asesmen. Ketiga, mengembangkan sendiri aplikasi
instrumen untuk keperluan asesmen dengan program-program aplikasi perkantoran
yang sering dipakai oleh konselor sekolah. Kendala yang mungkin terjadi dalam
mengembangkan sendiri aplikasi instrumen asesmen dengan program-program
aplikasi perkantoran ini antara lain ada konselor sekolah yang belum bisa atau
tidak familiar menggunakan komputer dan ada konselor sekolah yang sudah
familiar menggunakan komputer tetapi belum tahu ternyata program aplikasi
perkantoran yang sering dipakainya dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi
instrumen asesmen. Sehingga konselor harus dapat mengembangkan sendiri aplikasi
instrumen bimbingan dan konseling dengan microsoft excel. Contoh hasil
pengembangan instrumen tes berupa Pengembangan Skala Multiple Intelligence
Penelusuran Bakat dan Minat siswa SMA, dan Instrumen Non Tes, berupa Skala /
Angket Who Am I. Kompetensi konselor Indonesia yang telah disiapkan oleh ABKIN
yang tertuang dalam Naskah Akademik tahun 2007 menuntut para konselor sekolah
untuk dapat menyelenggarakan kegiatan bimbingan dan konseling yang
memandirikan. Untuk menjawab tantangan itu para konselor dihadapkan pada
bagaimana memahami setiap peserta didik secara mendalam. Pemahaman terhadap
peserta didik secara mendalam diawali dengan kegiatan asesmen. Penguasaan
konselor sekolah terhadap konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi,
kebutuhan dan masalah konseli menjadi mutlak diperlukan. Dalam Kompetensi
Konselor Indonesia sendiri sudah dijelaskan secara rinci kompetensi tentang
asesmen yang bagaimana yang diperlukan seorang konselor di Indonesia.
Penjelasan ini terdapat dalam kompetensi ke-4 (Standar Kompetensi Konselor,
2007), yaitu konselor harus menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami
kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli, meliputi :
1) Menguasai hakikat asesmen;
2) Memilih
teknik asesmen, sesuai dengan kebutuhan layanan bimbingan dan konseling;
3) Menyusun dan mengembangkan
instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling;
4) Mengadministrasikan asesmen
untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli;
5) Memilih dan mengadministrasikan
teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli;
6) Memilih dan
mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli
berkaitan dengan lingkungan,
7) Mengakses
data dokumentasi tentang konseli dalam pelayanan bimbingan dan konseling;
8) Menggunakan hasil asesmen dalam
pelayanan bimbingan dan konseling dengan tepat;
9) Menampilkan tanggung jawab profesional
dalam praktik asesmen.
Program
aplikasi perkantoran menurut wikipedia (2003) antara lain microsoft office
mencakup program pengolah kata (microsoft word), program spreadsheet (Microsoft
excel), program presentasi (microsoft powerpoint), program pembuatan database
(microsoft access) dan program web editor (microsoft frontpage). Dari lima
macam aplikasi perkantoran itupun tidak semua dipakai oleh konselor sekolah,
biasanya terbatas pada penggunaan pengolah kata (microsoft word), program
spreadsheet (mocrosoft excel), program presentasi (microsoft powerpoint).
Program Spreadsheet (Microsof Excel) sebagai Alternatif Pengembangan Aplikasi
Instrumen Asesmen Bimbingan dan Konseling Wikipedia (2003) memberikan definisi
Microsoft Excel atau Microsoft Office Excel adalah sebuah program aplikasi
lembar kerja spreadsheet yang dibuat dan didistribusikan oleh Microsoft
Corporation untuk sistem operasi Microsoft Windows dan Mac OS. Aplikasi ini memiliki
fitur kalkulasi dan pembuatan grafik yang, dengan menggunakan strategi
marketing Microsoft yang agresif, menjadikan Microsoft Excel sebagai salah satu
program komputer yang populer digunakan di dalam komputer mikro hingga saat
ini. Bahkan, saat ini program ini merupakan program spreadsheet paling banyak
digunakan oleh banyak pihak, baik di platform PC berbasis Windows maupun
platform Macintosh berbasis Mac OS, semenjak versi 5.0 diterbitkan pada tahun
1993. Aplikasi ini merupakan bagian dari Microsoft Office System, dan versi
terakhir adalah versi Microsoft Office Excel 2007 yang diintegrasikan di dalam
paket Microsoft Office System 2007. Alasan penggunaan program aplikasi
perkantoran Microsoft excel adalah mengacu pada potensi penggunaan program komputer
non internet yang disampaikan oleh Cabaniss (2003) Perangkat teknologi komputer
non internet spreedsheets / Microsof Excel berpotensi digunakan oleh konselor
untuk tata kearsipan, data organisasi, informasi klien; dan penelitian.
Pencarian dan penggalian potensi lain dari program microsoft excel untuk
layanan bimbingan dan konseling dilakukan. Penggalian potensi ini dilakukan
dengan mencoba mengutak-atik program microsoft excel untuk memahami program ini
lebih dalam. Ada beberapa referensi yang diacu antara lain rajin membaca buku
komputer berkaitan dengan microsoft excel dan mencari sumber dari internet.
Bab III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Kesimpulan
Jadi
dapat disimpulkan bahwa hubungan antara tik dan komputer adalah sebagai suatu
kebutuhan informasi dan alat yang di gunakan untuk mendpatkan, mengolah, dan
menyimpan informasin dan komputer sabagai salah satu alat dari tik yang dapat
di manfaatkan sebagai media untuk membantu konselor dalam mengolah data-data di
dalam kegiatan konseling
B.
Saran
Melihat
hubungan antara tik dan komputer dan juga terhadap BK, maka saran kami adalah
agar setiap konselor hendaknya memahami, dan mampu menguasai tik. Sehingga
konselor dapat lebih mudah dalam melaksanakan setiap proses konseling, serta
dapat lebih mudah untuk mendapatkan informasi-informasi yang di butuhkan
konselinya dengan akurat.
DAFTAR PUSTAKA







