Lovely Blog

.

cursor

Universitas Negeri Semarang

Unversitas yang terletak di Sekeran Gunungpati, Semarang

Fakultas Ilmu Pendidikan

merupakan fakultas tertua yang ada di Universitas Negeri Semarang. Fakultas ini memiliki enam jurusan, yaitu PGSD, TP, BK, PLS, PGPAUD, Psikologi.

BIMBINGAN DAN KONSELING

Jurusan BK UNNES telah berakreditasi A.

HIBURAN

Setiap orang pasti perlu hiburan, entah itu dengan dengerin musik, nonton film, jalan-jalan, dll. disini danboo aja dengerin musik so kalian juga dong.

GAYA HIDUP

Berbagai gaya hidup yang bisa kita terapkan akan diposting dalam blog ini.

Jumat, 02 Januari 2015

Fotografi, Sebagian Kecil Cilacap, Kerusakan Lingkungan



Gambar ini saya dapat dari seorang teman baik di Cilacap. Dalam foto yang diambil ini terlihat pemandangan indah bukan? Bantaran sungai dengan air yang tenang dengan alur cantik akibat pergerakan perahu ditambah efek mendung yang membuatnya menjadi indah. Namun, siapa menyangka suasana disana amat tidak nyaman. Bau menyengat sangat tercium disekitar sungai itu. Lingkungan yang ada disekitar kita tentu selalu berhubungan dengan kita. Apa yang salah? Mari kita introspeksi diri dan memperbaikinya. Sungai Kaliasa, Cilacap. 

Proposal Penelitan Kuantitatif


HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DAN PRESTASI BELAJAR
MAHASISWA S1 JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
ANGKATAN 2013
 
PROPOSAL PENELITIAN KUANTITIF

disusun guna memenuhi tugas mata Metodologi Penelitian Pendidikan.
Dosen Pengampu : 1. Dra. M.Th. Sri Hartati, M.Pd.
                                                                    2. Edwindha Prafitra Nugraheni, S.Pd., Kons.





Diusulkan oleh :
Imamma Anindita (1301413085)





JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014

A.    Judul
Hubungan antara Tingkat Kepercayaan Diri dan Prestasi Belajar Mahasiswa BK S1 UNNES Angkatan 2013
B.     Latar Belakang
Belajar merupakan suatu proses yang berlangsung sepanjang hayat. Menurut Suyono dan Hariyanto, belajar adalah suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian. Sedangkan menurut Rifki (dalam Andriyani) setiap individu memiliki lingkungan dan latar belakang yang berbeda-beda sehingga hal itu mempengaruhi kepribadian dan pembentukan rasa percaya dirinya serta berinteraksi dengan lingkungannya. Dengan rasa percaya diri, individu akan mudah berinteraksi didalam lingkungan belajarnya. Seperti yang dikemukakan oleh Bandura (1977), kepercayaan diri merupakan suatu keyakinan yang dimiliki seseorang bahwa  dirinya mampu berperilaku seperti yang dibutuhkan untuk memperoleh hasil seperti yang diharapkan. Dengan demikian hal ini tentu dapat membantu proses belajarnya. Namun, tidak semua orang memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi. Sebagian orang justru rendah diri, minder, malu, sungkan, dll. Perasaan inilah yang dapat mengganggu proses belajarnya karena perasaan-perasaan ini dapat membuat seseorang tidak yakin dengan kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya sehingga lebih menutup diri dan kurang mendapat informasi langsung yang dibutuhkan.
Dalam kehidupan mahasiswa khususnya jurusan BK UNNES angkatan 2013, rasa kurang percaya diri menghambat proses belajar mereka. Dengan rasa malu ataupun minder, mahasiswa berarti berpikiran negative terhadap dirinya sendiri. Mahasiswa yang sering berpikiran bahwa dirinya tidak mampu bersaing dengan temannya akan menghambat proses belajarnya karena tidak dapat berkomunikasi dengan baik sehingga potensi yang mereka miliki tidak dapat berkembang secara optimal.
Dengan keadaan tersebut, mahasiswa akan kehilangan peluang untuk meraih prestasi belajarnya serta enggan untuk memulai hal baru karena mereka sangat takut dan ragu untuk menghadapi tantangan serta selalu berpikiran bahwa dirinya tidak akan mampu menghadapi tantangan. Sikap pesimis mereka lebih besar dari sikap optimisnya.
Harjati ( 2008: 43 ), menyatakan bahwa prestasi merupakan hasil usaha yang dilakukan dan menghasilkan perubahan yang dinyatakan dalam bentuk simbol untuk menunjukkan kemampuan pencapaian hasil kerja dalam waktu tertentu. Dengan kata lain untuk mencapai prestasi diperlukan usaha-usaha yang sesuai dengan apa yang akan dicapai. Mahasiswa pun pastilah ingin mencapai prestasi belajar yang diinginkan. Setiap mahasiswa pasti punya cara sendiri untuk mencapainya. Salah satu caranya adalah dengan aktif mengikuti pembelajaran. Untuk menjadi mahasiswa aktif, seseorang  memerlukan kepercayaan diri yang mendukungnya. Namun, seperti yang dikatakan sebelumnya, tidak semua mahasiswa dapat mengoptimalkan rasa percaya diri mereka untuk mendukung tercapainya prestasi karena masih banyak lagi faktor yang menentukan tercapainya prestasi. Untuk itu, dari uraian diatas penulis bermaksud meneliti apakah ada hubungan yang signifikan antara tingkat kepercayaan diri dan prestasi belajar mahasiswa BK S1 UNNES angkatan 2013.

C.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, Maka rumusan masalah dalam penulisan ini adalah apakah ada hubungan antara tingkat kepercayaan diri dan prestasi belajar mahasiswa BK S1 UNNES angkatan 2013?

D.    Tujuan
Yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan antara tingkat kepercayaan diri dan prestasi belajar mahasiswa BK S1 UNNES angkatan 2013.

E.     Manfaat
Penelitian ini diharapkan dapat memberi jawaban mengenai adanya hubungan antara tingkat kepercayaan diri dan prestasi belajar mahasiswa BK S1 UNNES angkatan 2013, sehingga mempunyai manfaat sebagai berikut:
1.      Manfaat Teoritis
Sebagai sarana untuk mengaplikasikan teori-teori mengenai kepercayaan diri dan prestasi belajar.

2.   Manfaat Praktis
a. Manfaat bagi Penulis
1) Memenuhi tugas mata kuliah Metodologi Penelitian
2) Melatih kemampuan membuat penelitian
b. Manfaat bagi Pembaca
1) Sebagai tambahan informasi mahasiswa untuk mengetahui hubungan 
antara tingkat kepercayaan diri dan prestasi belajar.
2) Sebagai tambahan informasi bagi praktisi pendidikan dan bahan
perbandingan dan tambahan literature.
F.      Landasan Teori
1.      Prestasi Belajar Mahasiswa
a.       Konsep Prestasi Belajar
Djamarah (1994: 23) mendefinisikan prestasi belajar sebagai hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar. Pernyataan ini didukung oleh Sumadi Suryabrata (2006: 25), yang menyatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai dari suatu latihan, pengalaman yang harus didukung oleh kesadaran. Hal senada dikemukakan Winkel (2004: 15) bahwa prestasi belajar adalah hasil usaha yang dapat dicapai siswa setelah melakukan proses belajar yang berlangsung dalam interaksi subjek dengan lingkungannya yang akan disimpan atau dilaksanakan menuju kemajuan. Dengan kata lain prestasi belajar memerlukan latihan melalui proses belajar untuk mencapainya.
Sedangkan, Nasution (2010: 17) menjelaskan lebih rinci bahwa prestasi belajar adalah kesempurnaan dicapai seseorang dalam berfikir, merasa serta berbuat. Prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni kognitif, affektif maupun psikomotor, sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut.
Dari beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan usaha sadar untuk mencapai kesempurnaan kognitif, afektif maupun psikomotorik, yang dilakukan melalui proses belajar.

b.      Faktor-faktor penyebab prestasi belajar tinggi
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar menurut Purwanto (1990: 102) antara lain: (1) faktor yang ada pada diri organisme itu sendiri yang dapat disebut faktor individual, seperti kematangan/pertumbuhan, kecerdasan, latihan, motivasi, dan faktor pribadi, (2) faktor yang ada di luar individu yang disebut faktor sosial, seperti faktor keluarga/keadaan rumah tangga, guru dan cara mengajarnya, alat- alat yang dipergunakan dalam belajar-mengajar, lingkungan dan kesempatan yang tersedia, dan motivasi sosial. Juga dikatakan oleh Slameto (2003: 54-70) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya, tetapi dapat digolongkan menjadi dua golongan saja, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern diklasifikasi menjadi tiga faktor yaitu: faktor jasmaniah, faktor psikologis dan faktor kelelahan. Faktor jasmaniah antara lain: kesehatan, dan cacat tubuh. Faktor psikologis antara lain: inteligensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, dan kesiapan. Faktor kelelahan antara lain: kelelahan jasmani dan rohani. Sedangkan faktor ekstern digolongkan menjadi tiga faktor yaitu: faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat. Faktor keluarga antara lain: cara orang tua mendidik, relasi antara keluarga, suasana rumah tangga, dan keadaan ekonomi keluarga. Faktor sekolah antara lain: metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung, metode belajar, dan tugas rumah. Faktor masyarakat antara lain: kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat. Selanjutnya Dalyono (2005: 55-59) menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dapat digolongkan menjadi dua faktor yaitu: faktor internal (yang berasal dari dalam diri) dan faktor eksternal (yang berasal dari luar diri). Faktor internal termasuk: kesehatan, inteligensi dan bakat, minat, dan motivasi, cara belajar, sedangan faktor eksternal termasuk: keluarga, sekolah, masyarakat, dan lingkungan sekitar.

c.       Ciri-ciri Prestasi Belajar
Djamarah (1994:24} mengungkapkan pengertian karakteristik prestasi belajar sebagai berikut :
1)      Prestasi belajar merupakan tingkah laku yang dapat diukur. Untuk mengukur tingkah laku tersebut dapat digunakan tes prestasi belajar.
2)      Prestasi menunjuk kepada individu sebagai sebab, artinya individu sebagai pelaku.
3)      Prestasi belajar dapat dievaluasi tinggi rendahnya, baik berdasarkan atas kriteria yang ditetapkan terlebih dahulu atau ditetapkan menurut standar yang dicapai oleh kelompok.
4)      Prestasi belajar menunjuk kepada hasil dari kegiatan yang dilakukan secara sengaja dan disadari.

2.      Tingkat Kepercayaan Diri
Lauster (1978), mengungkapkan ciri-ciri orang yang percaya diri adalah: mandiri, tidak mementingkan diri sendiri, cukup toleran, ambisius, optimis, tidak pemalu, yakin dengan pendapatnya sendiri dan tidak berlebihan. Sementara itu Taylor dkk (1986) mengatakan bahwa orang yang percaya diri memiliki sikap yang positif terhadap diri sendiri. Meskipun kepercayaan diri diidentikan dengan kemandirian, orang yang keper-cayaan dirinya tinggi umumnya lebih mudah terlibat secara pribadi dengan orang lain dan lebih berhasil dalam hubungan interpersonal (Goodstadt & Kipnir, dalam Bunker dkk, 1983). Menurut Lauster (1978), rasa percaya diri bukan merupakan sifat yang diturunkan (bawaan) melainkan diperoleh dari pengalaman hidup, serta dapat diajarkan dan ditanamkan melalui pendidikan, sehingga upaya-upaya tertentu dapat dilakukan guna membentuk dan meningkatkan rasa percaya diri. Dengan demikian kepercayaaan diri terbentuk dan berkembang melalui proses belajar di dalam interaksi seseorang dengan lingkungannya. Permasalahan utama dalam kecemasan komunikasi interpersonal adalah adanya rasa khawatir tentang respon atau penilaian orang lain terhadap dirinya, yaitu mengenai apa yang disampaikannya dan bagaimana ia menyampaikannya. Ketergantungan terhadap penilaian orang lain ini merupakan salah satu ciri dari orang yang kurang percaya diri (Lauster, 1978). Menurut Krech (1962), bagaimana cara seseorang menghadapi orang lain dipengaruhi oleh bagaimana ia memandang dirinya. Respon-respon interpersonal seseorang sering merupakan refleksi dari kognisinya terhadap diri sendiri.
G.    Kerangka Berpikir
Seperti yang telah dibahas diatas prestasi belajar merupakan usaha sadar untuk mencapai kesempurnaan kognitif, afektif maupun psikomotorik, yang dilakukan melalui proses belajar. Sedangkan kepercayaan diri Menurut Lauster (2002:4) merupakan suatu sikap atau keyakinan atas kemampuan diri sendiri sehingga dalam tindakan-tindakannya tidak terlalu cemas, merasa bebas untuk melakukan hal-hal yang sesuai keinginan dan tanggung jawab atas perbuatannya, sopan dalam berinteraksi dengan orang lain, memiliki dorongan prestasi serta dapat mengenal kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Dari pengertian ini dapat dihubungkan bahwa kepercayaan diri memberikan dorongan untuk mencapai prestasi dan yang dibahas disini yaitu prestasi belajar. Selain itu factor dan ciri-ciri prestasi belajar diatas juga mendukung adanya hubungan antara kepercayaan diri mahasiswa dengan prestasi belajar mereka. Jadi, dapat dikatakan jika mahasiswa percaya diri, maka prestasi belajarnya akan tinggi.
H.    Hipotesis
Tidak dapat dipungkiri bahwa tingkat kepercayaan diri mahasiswa meningkatkan prestasi belajarnya. Karena dengan percaya diri, mereka mampu mengenal lingkungan belajarnya dengn baik sehinga mereka dapat berkembang secara optimal. Menurut Ubaedy (2011: 33) Kepercayaan diri juga terkait dengan kemajuan seseorang dibidang yang ia geluti, banyak studi pendidikan yang mengungkapkan bahwa tingkat kepercayaan diri seseorang terkait dengan bagaimana dia menangkap pengetahuan atau mengatasi kesulitan belajar. Jadi, dapat dikatakan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara tingkat kepercayaan diri dan prestasi belajar mahasiswa BK S1 UNNES angkatan 2013.
I.       Metode Penelitian
1.      Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan penelitian korelasional karena digunakan untuk mengetahui hubungan dua variable tanpa ada upaya untuk mempengaruhi variable tersebut sehingga tidak terdapat manipulasi variable.
a.       Variabel Penelitian
1)      Identifikasi Variabel
Dalam penelitian ini menggunakan dua buah variable yaitu variable terikat dan variable bebas.
2)      Hubungan Variabel
Hubungan yang terjalin diantara kedua variable yaitu bersifat simetris karena muncul diantara dua variable atau lebih secara bersamaan. Jadi disini antara prestasi belajar dan kepercayaan diri muncul bersamaan.
3)      Definisi Operasional Variabel
Dalam penelitian ini menggunakan dua buah variable yaitu variable terikat dan variable bebas. Yang menjadi variabel terikat disini yaitu prestasi belajar, sedangkan yang menjadi variable bebas yaitu kepercayaan diri.
b.      Populasi dan Sampel Penelitian
Dalam Sugiyono (2013:117), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi, populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek yang diteliti itu. Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksudkan populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa yang dijadikan sebagai sumber data dalam penelitian.  Adapun populasi penelitian ini adalah mahasiswa BK UNNES angkatan tahun 2013.

Dalam Sugiyono (2013:118), sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel adalah kelompok kecil yang secara nyata diteliti dan ditarik kesimpulan (Nana Syaodih Sukmadinata, 2009). Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sampel yang dimaksud dalam penenlitian ini adalah sebagian dari jumlah keseluruhan mahasiswa BK UNNES angkatan 2013 yang dijadikan sebagai sumber data dalam penelitian.

c.          Metode dan Alat Pengumpulan Data
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Untuk menguji variable bebas penelitian ini menggunakan angket langsung bentuk tertutup, responden menjawab sendiri butir pertanyaan yang sudah tersedia jawabannya. Sedangkan untuk variable terikat peneliti menggunakan nilai hasil belajar mahasiswa sejak semester satu sampai semester tiga.

d.      Validitas dan Reliabilitas Data
Validitas data adalah mengukur apa yang seharusnya diukur, dalam penelitian ini yang diukur adalah seberapa besar kepercayaan diri mahasiswa dan prestasi balajar mahasiswa. Sedangkan realibilitas data adalah taraf keajegan dari hasil penelitian dimana dari hasil penelitian ini dapat dipakai jika kondisi dari sampel dapat mewakili seluruh populasi.

e.       Teknik Analisis Data
Analisis data dilakukan dengan cara mengkorelasikan hasil pengukuran suatu variable dengan hasil pengukuran variable lain. hasilnya di dilaporkan dalam bentuk nilai koefisien korelasi koefisien regresi serta tingkat signifikasinya, disamping proporsi variansi yang disumbangkan variable bebas terhadap variable terikat.
J.       Daftar Pustaka
Hadi, Sutrisno. 2000. Statistik Jilid 2. Yogyakarta: Andi.
Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2013. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta
Siska, dkk. 2003. Jurnal Kepercayaan Diri dan Kecemasan pada Mahasiswa. Yogyakarta: Universitas Gajahmada.
Andriyani, Lilis. 2013. Jurnal 



Novel Mingguan

Sebuah novel karya Imamma Anindita, selamat membaca...
Malaikatku
(Bagian 1)
Saat kubuka mata, gelap masih menerpa. Sang penguasa siang belum muncul untuk menerangi langkah manusia yang tak sama. Seperti biasa kata syukur terucap dimulut kecilku atas anugerah Tuhan yang tak pernah putus menghujaniku, atas kesempatan yang Ia berikan padaku sampai hari ini. “Toktoktok…” tiba-tiba suara ketukan pintu mengagetkanku. “Anisa, ayo bangun. Shalat subuh dulu”. Ternyata suara itu berasal dari sang pemilik kunci menuju pintu terindah kehidupan ini, Ibu. Lega mendengar suaranya yang lembut dan menyejukkan itu. “Baik, bu. Anisa akan segera menyusul” jawabku tergesa-gesa sambil bangun dan merapikan tempat tidurku yang selalu memberiku kenyamanan disaat sang malam datang. Sambil tersenyum dan menepuk, kuucucapkan “Makasih ya mbem”. Mbem sebutanku untuk tempat tidurku. Memang kebiasaanku selalu memberikan nama pada setiap barang yang aku punya.
Dengan tergesa-gesa aku menyusul ibu ke surau kecil yang berada didekat rumah kami. Ibuku memang malaikat tanpa sayap yang diciptakan Tuhan untuk membimbingku selalu dijalannya. Beliau tanpa lelah menyayangiku, mengawasiku, menuntunku untuk selalu dijalannya. Aku selalu bergantung padanya. Sampai tak pernah berani untukku membayangkan hal buruk akan terjadi padanya.

Aku berdiri disamping ibuku untuk menunaikan kewajiban yang membuat kita manusia berada disini, beribadah. Rasanya nyaman sekali setelah selesai memohon segala tetek bengek harapan di kehidupan dunia dan akhirat kepada Yang Maha Kuasa, kucium tangan pekerja keras yang sedikit kasar itu. Hal ini selalu kami lakukan setelah shalat berjamaah. Tapi, entah mengapa kali ini sangat berbeda. Rasanya ingin lebih lama lagi kucium tangan yang telah membatuku dalam banyak hal itu. Tapi ibu menarik tangannya perlahan. Mungkin ingin melanjutkan doanya kepada Tuhan yang terhenti karna aku meminta bersalaman tadi. Aku pun tersenyum kepadanya dan dibalas dengan senyumannya yang sangat manis. Lalu kami melanjutkan berdzikir bersama.
Bersambung….

Kamis, 01 Januari 2015

Materi TIK Rombel 1

Berikut ini materi TIK BK semester 3 rombel 1 yang dapat didownload melalui link yang disediakan:

1. MPIBK materi Pengertian, komponen  dan karakter TIK. klik disini
2. MPIBK materi Komponen-komponen data dan informasi. klik disini
3. MPIBK materi Analisa SWOT TIK. klik disini
4. MPIBK materi Peranan dan manfaat TIK. klik disini
5. MPIBK materi Program pemerintah dan swasta dalam implementasi TIK untuk BK. klik disini
6. MPIBK materi TIK dalam Pembelajaran Modern BK. klik disini
7. MPIBK materi Sejarah komputer. klik disini
8. MPIBK materi Komponen hardware dan software komputer. klik disini
9. MPIBK materi Hubungan TIK dan komputer. klik disini

Minggu, 28 Desember 2014

Puisi Perpisahan

BUKAN MALAM TERAKHIR Ini bukan malam Terakhir Yang ramai tapi lengang Yang membuatku yakin tapi tak yakin Ini bukan malam terakhir Setelah kau datang, terisi, lalu pergi Ah! Pergi yang jauh saja! Bawa nama ini Yang megisimu hingga penuh Ya Penuh, Penuh rasa, penuh ilmu, penuh karya Aku iri, kau pergi ke langit untuk menggapai bintang Tapi aku masih disini Dalam nama yang harus kau ingat Sebutan penuh arti Ya,ini bukan malam terakhir untukmu pergilah, harumkan unnesku dilangit bersama bintangmu tebarkan segala ilmu yang kau punya disana hingga malam itu benar menjadi malam terakhirmu

Senin, 15 Desember 2014

HUBUNGAN TIK DAN KOMPUTER





HUBUNGAN TIK DAN KOMPUTER
disusun guna memenuhi mata kuliah Teknologi dan Informasi Komunikasi
Dosen Pengampu: Yoga Eska Pambudi Utama, S.Kom





Oleh
Rivrina Sugiyanto       (1301413084)
Imamma Anindita       (1301413085)






JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG



KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Alhamdulillah, puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat serta hidayah-NYA kepada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Sholawat serta salam semoga tetap terlimpah kepada beliau Nabi Muhammad SAW yang kita tunggu syafa’atnya di yaumul kiamat nanti.
              Makalah ini disusun guna memenuhi tugas Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan judul “Hubungan TIK dan Komputer”. Semoga dengan tersusunnya makalah ini dapat memberi gambaran mengenai hubungan TIK dan Komputer dengan jelas.
Dalam penyusunan karya tulis ini, kami banyak mendapat tantangan dan hambatan, akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak, tantangan dan hambatan tersebut dapat teratasi. Oleh karena itu, kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1.      Yoga Eska Pambudi Utama, S.Kom selaku dosen pengampu Mata Kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi
2.      Orang tua kami yang telah membantu doa dalam menyelesaikan laporan ini.
3.      Serta semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu yang telah membantu pelaksanaan pembuatan karya tulis ini.
Kritik dan saran selalu kami harapkan demi kesempurnaan karya tulis ini. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.
                                                                                                            Semarang, 7 September 2014


Penulis



DAFTAR ISI
Halaman judul……………………………….……………………………………........i
Halaman pengesahan…………………………………………………………….…….ii
Kata pengantar………….………………………………………………………….….iii
Daftar Isi………………..……………….……………………………….....……........iv
Abstrak………………………………………………………………………………...v
BAB I 1. PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang……………………………….....………………..…..…1
B.     Rumusan Masalah.…………..……………………….....……………....1
C.     Tujuan…………..……….……………….....…………………………..2

BAB II : PEMBAHASAN
A.    Pengertian TIK..……………………………………………………......3
B.     Pengertian Komputer..……………...………………………………......4
C.     Hubungan TIK dan Komputer..…………………………………….......6
D.    Hubungan TIK, Komputer, dan BK..………………………………......6

BAB 4: PENUTUP
A.  Kesimpulan…………..……………………….....………………….….9
B.  Saran…………..……………………….....………...…………….…....9

DAFTAR PUSTAKA







Abstrak
Tik dan komputer sudah bukan hal yang asing lagi bagi kita. Pada umumnya ketika di sebutkan tentang tik, kebanyakan orang akan beranggapan bahwa tik adalah komputer. Padahal tik tidak sebatas hanya pada komputer saja, ada banyak hal lain yang juga termasuk di dalam tik seperti tv, hp, radio, dan lain sebagainya. Hanya saja memang di dalam komputer telah mencakup fungsi dari beberapa perangkat tik yang lain. Dan di dalam makalah ini akan di bahas mengenai hubungan antara tik dengan komputer, serta bagaimanakh tik di dalam BK.

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Seiring dengan kemajuan jaman saat ini, perkembangan teknologi juga mengalami kemajuan yang cukup pesat. Tidak sedikit lapisan masyarakat yang sudah mengenal TIK. Namun, kebanyakan orang mengenal TIK itu sebagai suatu teknologi yang sama dengan komputer. Padahal walaupun TIK memang berkaitan erat dengan komputer tidak berarti bahwa yang dimaksud dengan TIK hanyalah sekedar komputer saja. Perkembangan TIK juga mempengaruhi berbagai bidang, mulai dari usaha, politik, ekonomi, social budaya, kesehatan dan pada bidang pendidikan khususnya BK. Jadi, di dalam makalah ini kami akan membahas hubungan antara TIK dan komputer serta kaitannya dengan BK.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian TIK?
2.      Apa pengertian komputer?
3.      Bagaimanakah hubungan antara TIK dengan Computer?
4.      Bagaimanakah TIK dalam BK?

C.     Tujuan
Makalah ini di susun dengan tujuan agar penyusun mengetahui hubungan antara TIK dengan Computer, dan mengetahui bagaimanakah kegunaan TIK di dalam BK.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian TIK
Teknologi informasi dan komunikasi atau yang sering disebut dengan TIK yang dijelaskan dalam Wikipedia bahasa Indonesia  adalah sebagai payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis  untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua hal, yaitu teknologi informasi dan juga teknologi informasi.  Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan.
Selain itu Eric Deeson mengungkapkan bahwa TIK  adalah kebutuhan manusia didalam mengambil dan memindahkan , mengolah dan memproses informasi dalam konteks sosial yang menguntungkan diri sendiri dan masyarakat secara keseluruhan. Jadi, intinya TIK itu kebutuhan untuk memproses informasi.
Senada dengan Deeson, Puskur Diknas Indonesia juga beranggapan bahwa TIK  adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media
Tidak jauh berbeda, Susanto juga mendefinisikan Teknologi  Informasi dan Komunikasi  adalah sebuah media atau alat bantu yang digunakan untuk transfer data baik itu untuk memperoleh suatu data / informasi maupun memberikan informasi kepada orang lain serta dapat digunakan untuk alat berkomunikasi baik satu arah ataupun dua arah.
Jadi, Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.

B.     Pengertian Komputer
Komputer dijaman modern mengarah ke sebuah rangkaian alat elektronik yang mampu melakukan banyak tugas dan memiliki banyak fungsi. Istilah Komputer berasal dari sebuah bahasa latin yaitu computare yang berarti menghitung dan dalam bahasa inggris bisa disebut to compute, yang pada awalnya ditujukan pada orang yang menghitung dan setelah itu ditujukan kepada sebuah alat hitung mekanis lalu seiring perkembangan menjadi alat istimewa yang mampu melakukan berbagai hal yang menakjubkan. Definisi lain komputer di terjemahkan sebagai sekumpulan alat elektronik yang satu sama lain saling bekerja sama terkoordinasi dibawah kontrol program dengan kemampuan dapat menerima data (input) lalu mengolah data (proses) tersebut dengan menghasilkan informasi (output). Dengan kata lain, komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan dengan kemampuan input maupun output.
Selain itu, V.C. Hamacher et al (1982) mendefinisikan komputer  sebagai mesin penghitung elektronik yang dengan cepat dapat menerima informasi input digital, memrosesnya sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya dan menghasilkan output informasi. Senada dengan Hamacher, Robert H. Blissmer (1985) juga berpendapat bahwa komputer ialah suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas seperti menerima input, memroses input, menyimpan perintah-perintah dan menyediakan output dalam bentuk informasi. Sedangkan Donald H. Sanderes (1985)berpendapat bahwa komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data dengan cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan agar secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memrosesnya, dan menghasilkan output di bawah pengawasan suatu langkah-langkah instruksi program (Sistem Operasi) yang tersimpan di didalam penyimpannya (stored program).
Jadi, komputer itu merupakan alat elektronik yang memiliki system operasi tertentu untuk menerima dan mengolah input sehingga penghasilkan output.
C.     Hubungan antara tik dengan computer
Dari beberapa pengertian mengenai tik dan computer di atas, maka dapat kita ketahui hubungan diantara keduanya.
Seperti yang telah di bahas sebelumnya tik merupakan segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Dan tidak sedikit pula orang-orang mengasumsikan bahwa ketika disebutkan  mengenai tik maka yang terbayang adalah computer. Padahal tik tidak hanya sebatas mengenai computer saja, namun memang di antara tik dan computer memiliki hubungan yang cukup erat.
Dapat kita lihat dari pengertian berikut, TIK  adalah kebutuhan manusia didalam mengambil dan memindahkan , mengolah dan memproses informasi dalam konteks sosial yang menguntungkan diri sendiri dan masyarakat secara keseluruhan. Jadi, intinya TIK itu kebutuhan untuk memproses informasi. Computer sebagai mesin penghitung elektronik yang dengan cepat dapat menerima informasi input digital, memprosesnya sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya dan menghasilkan output informasi.
Di dalam informasi dan komunikasi computer memiliki beberpa fungsi. Sebagai sarana informasi computer yang terhubung dengan internet dapat memudahkan kita mendapatkan informasi mulai dari tempat, usaha, dsb. Sebagai sarana komunikasi computer dapat di gunakan untuk mengirim gambar, pesan, video, dan berkomunikasi melalui web.
Dari pengertian tersebut maka dapat dilihat bahwa tik merupakan kebutuhan untuk memperoleh informasi, sedangkan computer merupakan suatu alat yang memiliki program untuk menghasilkan informasi. Jadi, hubungannya tik merupakan kebutuhan untuk memperoleh informasi, dan computer merupakan alat untuk mengolah, mendapatkan, dan menyimpan informasi yang di butuhkan di dalam tik.
D.    HUBUNGAN TIK, KOMPUTER, DAN BK
Kompetensi konselor Indonesia yang telah disiapkan oleh ABKIN yang tertuang dalam Naskah Akademik tahun 2007 menuntut para konselor sekolah untuk dapat menyelenggarakan kegiatan bimbingan dan konseling yang memandirikan. Untuk menjawab tantangan itu para konselor dihadapkan pada bagaimana memahami setiap peserta didik secara mendalam. Pemahaman terhadap peserta didik secara mendalam diawali dengan kegiatan asesmen. Penguasaan konselor sekolah terhadap konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan dan masalah konseli menjadi mutlak diperlukan. Kenyataan di lapangan, pelaksanaan asesmen di sekolah disamping memerlukan penguasaan pengetahuan, praktek dan sintesis juga sangat menyita waktu dan tenaga konselor di sekolah. Oleh karena itu, dimungkinkan untuk menggunakan komputer sebagai alat bantu asesmen untuk memperlancar kegiatan asesmen tersebut. Adapun penggunaan komputer untuk alat bantu asesmen ini ada beberapa alternatif, pertama: membeli software asesmen dan menggunakannya. Sudah ada beberapa software asesmen dipasaran seperti Analisis Tugas Perkembangan (ATP), AUM terkomputerisasi, maupun Software Tes Psikologis dalam bimbingan dan konseling yang telah dikembangkan oleh beberapa teman sejawat. Kedua, menggunakan komputer sebatas untuk penyusunan laporan dan pendokumentasian hasil asesmen. Ketiga, mengembangkan sendiri aplikasi instrumen untuk keperluan asesmen dengan program-program aplikasi perkantoran yang sering dipakai oleh konselor sekolah. Kendala yang mungkin terjadi dalam mengembangkan sendiri aplikasi instrumen asesmen dengan program-program aplikasi perkantoran ini antara lain ada konselor sekolah yang belum bisa atau tidak familiar menggunakan komputer dan ada konselor sekolah yang sudah familiar menggunakan komputer tetapi belum tahu ternyata program aplikasi perkantoran yang sering dipakainya dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi instrumen asesmen. Sehingga konselor harus dapat mengembangkan sendiri aplikasi instrumen bimbingan dan konseling dengan microsoft excel. Contoh hasil pengembangan instrumen tes berupa Pengembangan Skala Multiple Intelligence Penelusuran Bakat dan Minat siswa SMA, dan Instrumen Non Tes, berupa Skala / Angket Who Am I. Kompetensi konselor Indonesia yang telah disiapkan oleh ABKIN yang tertuang dalam Naskah Akademik tahun 2007 menuntut para konselor sekolah untuk dapat menyelenggarakan kegiatan bimbingan dan konseling yang memandirikan. Untuk menjawab tantangan itu para konselor dihadapkan pada bagaimana memahami setiap peserta didik secara mendalam. Pemahaman terhadap peserta didik secara mendalam diawali dengan kegiatan asesmen. Penguasaan konselor sekolah terhadap konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan dan masalah konseli menjadi mutlak diperlukan. Dalam Kompetensi Konselor Indonesia sendiri sudah dijelaskan secara rinci kompetensi tentang asesmen yang bagaimana yang diperlukan seorang konselor di Indonesia. Penjelasan ini terdapat dalam kompetensi ke-4 (Standar Kompetensi Konselor, 2007), yaitu konselor harus menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli, meliputi :
1) Menguasai hakikat asesmen;
2)         Memilih teknik asesmen, sesuai dengan kebutuhan layanan bimbingan dan konseling;
3) Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling;
4) Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli;
5) Memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli;
6) Memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan,
7) Mengakses data dokumentasi tentang konseli dalam pelayanan bimbingan dan konseling;
8) Menggunakan hasil asesmen dalam pelayanan bimbingan dan konseling dengan tepat;
 9) Menampilkan tanggung jawab profesional dalam praktik asesmen.
Program aplikasi perkantoran menurut wikipedia (2003) antara lain microsoft office mencakup program pengolah kata (microsoft word), program spreadsheet (Microsoft excel), program presentasi (microsoft powerpoint), program pembuatan database (microsoft access) dan program web editor (microsoft frontpage). Dari lima macam aplikasi perkantoran itupun tidak semua dipakai oleh konselor sekolah, biasanya terbatas pada penggunaan pengolah kata (microsoft word), program spreadsheet (mocrosoft excel), program presentasi (microsoft powerpoint). Program Spreadsheet (Microsof Excel) sebagai Alternatif Pengembangan Aplikasi Instrumen Asesmen Bimbingan dan Konseling Wikipedia (2003) memberikan definisi Microsoft Excel atau Microsoft Office Excel adalah sebuah program aplikasi lembar kerja spreadsheet yang dibuat dan didistribusikan oleh Microsoft Corporation untuk sistem operasi Microsoft Windows dan Mac OS. Aplikasi ini memiliki fitur kalkulasi dan pembuatan grafik yang, dengan menggunakan strategi marketing Microsoft yang agresif, menjadikan Microsoft Excel sebagai salah satu program komputer yang populer digunakan di dalam komputer mikro hingga saat ini. Bahkan, saat ini program ini merupakan program spreadsheet paling banyak digunakan oleh banyak pihak, baik di platform PC berbasis Windows maupun platform Macintosh berbasis Mac OS, semenjak versi 5.0 diterbitkan pada tahun 1993. Aplikasi ini merupakan bagian dari Microsoft Office System, dan versi terakhir adalah versi Microsoft Office Excel 2007 yang diintegrasikan di dalam paket Microsoft Office System 2007. Alasan penggunaan program aplikasi perkantoran Microsoft excel adalah mengacu pada potensi penggunaan program komputer non internet yang disampaikan oleh Cabaniss (2003) Perangkat teknologi komputer non internet spreedsheets / Microsof Excel berpotensi digunakan oleh konselor untuk tata kearsipan, data organisasi, informasi klien; dan penelitian. Pencarian dan penggalian potensi lain dari program microsoft excel untuk layanan bimbingan dan konseling dilakukan. Penggalian potensi ini dilakukan dengan mencoba mengutak-atik program microsoft excel untuk memahami program ini lebih dalam. Ada beberapa referensi yang diacu antara lain rajin membaca buku komputer berkaitan dengan microsoft excel dan mencari sumber dari internet.



Bab III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan
Jadi dapat disimpulkan bahwa hubungan antara tik dan komputer adalah sebagai suatu kebutuhan informasi dan alat yang di gunakan untuk mendpatkan, mengolah, dan menyimpan informasin dan komputer sabagai salah satu alat dari tik yang dapat di manfaatkan sebagai media untuk membantu konselor dalam mengolah data-data di dalam kegiatan konseling
B.     Saran
Melihat hubungan antara tik dan komputer dan juga terhadap BK, maka saran kami adalah agar setiap konselor hendaknya memahami, dan mampu menguasai tik. Sehingga konselor dapat lebih mudah dalam melaksanakan setiap proses konseling, serta dapat lebih mudah untuk mendapatkan informasi-informasi yang di butuhkan konselinya dengan akurat.


DAFTAR PUSTAKA